Tuesday, October 29, 2013

Tinalapu, Eksotisme Sebuah Pulau Kecil Tak Berpenghuni



Seperti yang telah saya sampaikan dalam postingan sebelumnya, penentuan spot tujuan team adventure kami, 'Nyilem Kleb' (sebuah klub sempalan dari PADI....hehe..) semakin lama semakin liar.  Ini adalah salah satu lagi buktinya. Pulau kecil tak berpenghuni yang namanya tak pernah kami dengar sebelumnya dan tidak dikenal sebagai tempat wisata, nekad kami sambangi juga. Kemudahan melihat suatu lokasi menggunakan citra satelit Google Map-lah biang keroknya..(cari anoa, eh..kambing hitam..hehe..)

Pulau Tinalapu adalah sebuah pulau kecil nan cantik di Teluk Tomini, tidak jauh dari kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean. Kira kira jarak dari Tinalapu ke Walea -salah satu resort terkenal yg dimiliki oleh orang Itali- yang berada di ujung timur Taman Nasional Kepulauan Togean memakan waktu satu jam-an lahh. Itu kalau pakai speed-boat loohh. Kalau pake kapal "uthuk-uthuk" seperti kami yaaa...bisa lebih dari tiga jam...hahaha....  

Tinalapu On The Map
Kalo diliat di peta keliatannya nggak jauh kan dari Togean ?

 
Kami berangkat dari Luwuk menuju Pagimana, sebuah  kecamatan di Kabupaten Banggai yang memiliki pelabuhan dan juga terkenal akan wisata kuliner, terutama seafood-nya (lihat postingan saya tentang Jalan Jalan Ke Pagimana).

Dari Luwuk menuju ke Pagimana memerlukan waktu kurang lebih 3 jam via darat. Di Pagimana juga terdapat beberapa penginapan sederhana dan kami bermalam di sebuah penginapan sebelum menyeberang pada keesokan harinya. 

Paginya, setelah sarapan pagi di salah satu restoran yang juga menjadi dermaga keberangkatan kami, perahu kami segera angkatsauh menuju Pulau Tinalapu. Dari tiga buah kapal yang kami sewa, ternyata satu kapal mesin-nya nggak bekerja maksimal. Walhasil temen2 yang ada di kapal tsb tertinggal jauh. Untung saya sudah pindah kapal sebelumnya...hehe..





Sekira satu jam mengarungi laut, akhirnya perahu kami bersandar di Pulau Tinalapu.

Pulau Tinalapu, gimana.?..kereennn kaannn.. ??

Kalo diteliti dari gambar diatas, ada dua kapal yang sudah bersandar dan sebagian kami sudah mulai bersnorkeling dan main2 di pantai. Trus bisa ketauan kaann...siapa yang ngambil gambar foto ini. Ya pastinya yang kapalnya jalannya paling lemot-lahh...hahaha...


Pasirnya putih dan sangat halus

Pulaunya sangat kecil dan terkesan gersang karena tidak banyak ditumbuhi pepohonan  besar.

Sewaktu berkeliling, saya melihat ada beberapa tanaman pinus yang mulai ditanam di pulau yang habis dikelilingi tidak lebih dari lima menit ini. 

Barangkali jika kelak kesana lagi tempat ini sudah ditumbuhi pepohonan yang rindang





Ritual poto2 di pantai

Air lautnya yang jernih dan pantainya yang memiliki pasir putih bersih dan sangat halus membuat kami betah bermain main dan berfoto-foto ria disana.


Di beberapa sisi dari pulau ini, airnya sangat dangkal dan pasirnya sedikit terendam. Pokoknya asik banget deh, buat tidur-tiduran di pasir.  Mau sambil ngiler juga dipersilahkan.....





Bagi yang sudah teracuni keindahan bawah laut di negeri surga tropis yang bernama Indonesia, pemandangan bawah laut di tempat ini sangatlah sayang untuk dilewatkan. Kualitas air laut yang extra ordinary membuat terumbu karangnya yang berukuran besar bisa tumbuh dengan baik. Berbagai jenis ikan dengan corak warna warnipun dapat anda temui di tempat ini dan sangatlah memanjakan mata.

"Racun" Keindahan Bawah Laut Sulawesi

Diving Into The Blue

The creatures you can not see everyday


The Coral Reefs




































































Setelah puas bermain air, sebagaimana biasanya dilakukan ritual masak memasak Indom*e. Cuma kali ini ngga pake nasi dan ngga ada acara bakar ikan karena memang rencananya kami akan makan siang di restoran di Pagimana.

Tak terasa waktu sudah tengah hari dan kami harus kembali ke Pagimana untuk kemudian melanjutkan perjalanan pulang. 

Sesampainya kapal kami di Pagimana, berhubung makan indom*e-nya ngga pake nasi, perut kami sudah lapar lagi dan segera kami pesan hidangan seafood yang menjadi khas restoran2 di Pagimana.

Di Pagimana ada beberapa restoran dengan bangunan kayu yang dibuat menjorok kearah laut yang bisa anda singgahi untuk sekedar berwisata kuliner.

Menu special di tempat ini adalah lobster dan kepiting kenari.
 
Pas Pulang dari Tinalapu bukan menu ini sih, yang dipesan...hihihi...
Di perjalanan pulang menuju Luwuk, kami mampir lagi ke Lenyek. Namun kali ini saya tidak akan bercerita lagi tentang Lenyek. Silahkan lihat postingan saya tentang Lenyek disini .


*Kira-kira trip berikutnya kemana lagi yaaa?????


Wednesday, October 9, 2013

Banyak Islands, Banggai Kepulauan


Lagi males nulis story-nya nih....

Biar gambar aja deh, yang berbicara......

TKP


Rombongan Besar ! (30 orang cuuyyy...)


Berlabuh






















Berenang Sambil Hujan-Hujanan






















Maksi di Pulau

Underwater View

Ikannya Variatif Banget























Petualang2 Sholeh (Amiinnn...)


Saturday, September 28, 2013

Kayu Tanyo Expedition



I observe that our adventure getting wilder day by day. You can imagine that now we determine our destination only based on what we see in google map. The light blue sea (described in map that it has color gradations) and surrounded by several small islands mean interesting places for us. Yeah, it sounds a crazy way to make plan for a trip.

Kayu Tanyo Area

Interesting Islands

Driving cars for about 1.5 hrs from our camp to east Luwuk, we reached Kayutanyo, a fishermen’s village. We rented a fisherman’s boat to bring us to the snorkeling spot.

During the boat trip we saw crude palm plantations, mangrove forests and white sands beaches. Actually, mangrove forest is good for preventing abrasions, but it’s not a good spot for snorkeling. Surroundings mangrove forest means underwater visibility is not clear (maybe it’s caused by mangrove leaves which were felt down and contaminating the water). 

 Here are some pictures taken by my camera during the trip
 
Islands surrounding Kayu Tanyo

Finally, I could take 'Nemo' (clown fish) picture with my DSLR :)


Sorry, It's just a short story. The next adventure is waiting...(Banyak Islands nearby Peleng Island).







Friday, September 13, 2013

One Day Trip to Makailu Island



This is the first time for me composing blog in English. Even honestly, I feel unconfident with my English. Perhaps this way can make visitors from overseas countries read my blog (It must be an unintentionally visit..haha..). 

I’ve just put flag counter in this blog in order to observe how many visitors from others countries get lost in the cyber world to my blog J. Hahaha…welcome to my spider web, a nice place that will make you don’t wanna quit :)

Anyway, thank you for visiting my blog. Hopefully you can get a little bit information here.

For the time being I will tell you about our last trip to Makailu Island. Do you know where the island is? Have you ever heard about the island?  I myself don’t ever imagine that someday I will set my foot on this very small island.  So, please keep your attention to read below story.

Makailu on the map (see the red arrow)




Makailu Island is located nearby Peleng Island in Banggai District, Central of Sulawesi. Local people here call this island as Pulau Tikus. I don’t wanna tell you what is the background or the story behind why it’s called as Pulau Tikus by the reason of possibly create bad impression. Obviously, Tikus (mouse) itself has a negative connotation. Thus, I prefer call it as its original name, “Makailu”.

Before we left for the island, I tried to measure how far the distance from our camp through google earth. It said about 23 km from our camp. That’s not too far, then. Moreover we didn’t need to drive car first, but only walk about 150m to the beach where our rent-boat was parked.


Somebody wears wrong costume :)

We boarded on the boat at 6.00 am. Wishing that lord of the sea will be in our side since rainy season was still not went by yet. Well, the journey began. During the sailing, some of us luckily saw a dolphin jumped beside our boat.  

After 1.5 hrs sailing across the sea, we landed at Makailu Island. No people stay at the island. It is surrounded by white sands with turquoise blue crystal water-sea. 

white sands and glassy shallow water




















 
We’ve just landed when a fisherman showed up and asked us to buy his fishes. We bought two big fishes from him and everybody took pictures before they were grilled. 

really fresh fishes
 
Right after unloading our backpacks and logistics, we wore our snorkel sets and started to swim. It made us a bit disappoint that we found so many plants (a kind of seaweeds) nearby the coast and only few of coral reefs could be seen. 

One thing made us happy at that time that we found colorful of starfishes there. We didn’t see this kind of starfish at Togean Islands nor Pulau Dua Island. 


me & starfish



































The main purpose of this trip was to explore underwater view surrounding this island and some of us were equipped by snorkeling set. What I read in internet about the beautiful underwater view here seemed overrated. But on the way back from the island we’d just noticed that the best spot for snorkeling is quite far from the coast (about 100 m). 

snorkeling spot (+/- 100 m from the beach)










another shape of starfish
































But overall this is a beauty island. White sands, coconut and pine trees, clear water for swimming made us feel comfort. Besides we’re the only one group and felt like in a private island.


"maknyuss''

nature picnic